Apakah harus menjadi orang hebat dulu baru Pendapat baru bisa didengarkan ?,Apakah orang hebat itu pendapatnya selalu baik ?,Apakah kita memang harus mengenal/menyukai orang itu dulu baru kita bisa sependapat ?,Apakah kita baru akan sependapat jika pendapat itu dari golongan kita ?,Pernahkah kita sependapat dari bukan golongan kita ?,Apakah di situ terciptanya Salah dan Benar ?,Apakah Salah dan Benar itu ada ?
Mungkin kebanyakan orang mengatakan salah dan benar adalah sesuatu yg mutlak di dunia ini,tetapi pernahkah anda berfikir jika anda berada dipihak lawan itu benar ?,tentu saja tidakkan.karena kita hidup dilingkungan yg kita kenal maka kita selalu melihat segi positif dari golongan/pihak yg kita anggap benar.Begitu pula dipihak yg anda pikir salah mereka berfikir seperti layaknya anda berfikir.saya bercontoh hal kecil saya,misalnya anda berdebat dengan pasangan anda 2 jam itu lamakah ? pasangan anda menjawab "itu hal lama"(dengan sudut pandang aku nunggu di ruang tunggu 2 jam itu hal yang sangat membosankan) dan anda pun menjawab 2 jam adalah "itu hanya bentar"(sudut pandang anda adalah aku bermain game online,mungkin main dota hanya 2x permainan).
Menurut saya Benar dan Salah adalah hal yg fleksible atau bisa dikatakan relatif dan mutlak adalah jika kita meyakini hal yg kita anggap benar.Kita semua benar di dunia ini kita akan mengetahui kita salah ketika hari akhir nanti. tetaplah optimis dengan apa yg anda percayai.
Menurut saya Benar dan Salah adalah hal yg fleksible atau bisa dikatakan relatif dan mutlak adalah jika kita meyakini hal yg kita anggap benar.Kita semua benar di dunia ini kita akan mengetahui kita salah ketika hari akhir nanti. tetaplah optimis dengan apa yg anda percayai.
